Cara Sukanto Tanoto Endus Peluang Bisnis Lewat Pemanfaatan Kehutanan di Indonesia

Ya, sumber daya alam yang dimiliki oleh negara kita tercinta ini memang sudah tak perlu diragukan lagi. Bagaimana tidak, Indonesia terletak pada posisi yang bisa dibilang paling strategis sekali dari sudut pandang geografis, sehingga membuatnya punya sumber daya alam yang berlimpah. Perlu untuk diketahui juga bahwa sumber daya alam yang dimiliki negeri kita ini meliputi kehutanan, pertanian, perikanan, pertambangan, serta sektor lainnya yang potensial.

Tetapi demikian, salah satu yang jadi sektor paling unggulan negara Indonesia adalah ada pada sektor perhutani. Indonesia adalah negara pengekspor hasil hutan terbesar di dunia. Jika berbicara tentang industri perhutani, Sukanto Tanoto pastinya jadi salah satu nama yang harus kita bahas. Ia merupakan seorang pebisnis sukses yang sudah berkecimpung di dunia perhutani selama puluhan tahun lamanya. 

Cara Sukanto Tanoto Endus Peluang Bisnis Lewat Kehutanan di Indonesia

Jika berbicara tentang Sukanto Tanoto, memang akan sangat menarik sekali jika membahasnya mulai dari perjalanan hidup di dunia bisnis yang pastinya banyak sekali melewati berbagai dinamika. Ia pada dasarnya sama sekali tidak mempunyai latar belakang pendidikan linier dengan bidang yang ia tekuni hingga sekarang. Hasil yang ia dapatkan murni buah dari pengalamannya sendiri.
Sejak kecil, Sukanto Tanoto sudah kenal dunia bisnis dari kedua orangtuanya. Sepulang sekolah ia membantu ayahnya untuk berjualan minyak, bensin, serta peralatan mobil. Untuk sekadar menghilangkan rasa bosan, biasanya Sukanto selalu baca-baca buku diwaktu senggang.

Beranjak dewasa, Sukanto Tanoto pindah dari Belawan ke Medan, ia pun bergadang onderdil mobil, kemudian mencoba mengubah bisnisnya tersebut jadi general contractor and supplier. Hingga akhirnya ia dipertemukan oleh seorang pebisnis untuk ditawari pekerjaan kontraktor. Sukanto pun pada akhirnya semakin menambah pengalamannya di bidang bisnis kontraktor sampai ia bepergian ke Sumbawa dan juga Lampung untuk sekadar mencari bahan-bahan bangunan. 


Momen yang pada akhirnya membuat Sukanto Tanoto bisa menjadikan dirinya sendiri sebagai pebisnis kayu yang awalnya dari menghilangnya aktivitas impor kayu lapis dari Singapura. Ini semakin membuat Sukanto berinisiatif untuk membuka CV. Karya Pelita di tahun 1972. Ia berkata bahwa negara ini merupakan salah satu negara penghasil kayu, sehingga kenapa harus impor kayu. Sukanto Tanoto ternyata melangkah lebih maju dibandingkan apa yang orang lain lakukan. 

Pada saat orang masih belum memikirkan untuk mendirikan sebuah perusahaan yang produksi kayu lapis, Sukanto Tanoto bertekad untuk melakukannya, walaupun saat itu sudah ada perusahaan asing. Hingga akhirnya di tahun berikutnya ia berhasil mengubah perusahaan yang didirikannya tersebut dengan nama PT. Raja Garuda Mas. Perjalanan Sukanto untuk jalani bisnis kayu lapis ini memang benar-benar diuji. Sudah ada banyak sekali rintangan yang membuatnya jatuh bangun dalam berbisnis. Tetapi hingga sekarang ia tetap bertahan sebagai salah satu orang terkaya yang sukses dalam menjalankan bisnisnya. 

Satu hal yang harus dicermati dari apa yang dilakukan Sukanto Tanoto, yakni kemampuannya dalam mengendus peluang bisnis dengan cepat, khususnya untuk jenis bisnis di bidang kehutanan. Bayangkan saja, apabila waktu itu ia tidak cukup berani dalam mengambil resiko dengan membangun perusahaan kayu lapis, pasti masih belum tentu ia akan berhasil seperti sekarang. Kemampuan Sukanto Tanoto dalam melihat peluang serta keberaniannya dalam mengambil resiko jadi batu loncatan untuk selangkah lebih maju dibandingkan yang lain.

No comments:

Powered by Blogger.